Merapi..saya mengenal nama gunung
paling aktif di Indonesia ini dari banyak media. Sebagai anak gunung, senang
rasanya mencari tahu apa saja tentang keunikannya. Sering mengikuti beberapa
kajian yang diselenggarakan Badan Nasional Penanggulanngan Bencana (BNPB)
terkait kebencanaan, sehingga penasaran sekali dengan gunung yang berdiri tegak
di perbatasan antara Jogjakarta dengan Jawa Tengah ini. Alhamdulillah pada awal
April 2024 lalu saya berkesempatan untuk tahu Merapi dari dekat.
Meski sering meletus, gunung
Merapi sangat penting keberadannya bagi kehidupan raja-raja maupun masyarakat
Jawa. Karena muntahan lava, abu dan mineral akan memberikan nutrisi bergizi
pada tanah. Sehingga wilayah di sekitar gunung dengan tinggi 2910 meter di atas
permukaan laut ini menjadi salah satu kawasan paling subur di dunia, dan tentu
saja lalu menjadi daerah paling padat penduduknya. Gunung Merapi menentukan
kehidupan masyarakat kerajaan – kerajaan pada masa lalu. Awal abad ke 11,
kerajaan Mataram kuno lenyap secara misterius, kekuasaan kerajaan mendadak
bergeser ke arah Jawa Timur. Para ilmuwan memiliki dugaan bahwa kehancuran
Kerajaan Mataram diakibatkan oleh letusan dahsyat Merapi pada tahun 1006
Masehi.
Letusan
dahsyat Merapi di tahun itu mampu mengubur daerah di sekitar Candi Borobudur
dengan abu. Letusan gunung Merapi paling parah kembali terjadi di akhir Oktober
tahun 2010. Saat itu bencana letusan Merapi menewaskan 353 orang, dengan korban
kebanyakan akibat banjir lahar, dan menjadi letusan terburuk yang pernah
terjadi setelah letusan hebat di tahun 1870. Sejak erupsi saat itu, masyarakat di
sekitar Merapi terbiasa menerima beberapa kejadian kecil sebagai fenomena alam
yang normal.
Gunung
Merapi berperan penting dalam susunan alam semesta menjadi kepercayaan para
Sultan. Keraton Yogyakarta sengaja dibangun menghadap ke gunung Merapi dalam
satu jalur garis yang sama. Masyarakat setempat sangat menghormati kekuatan
dahsyat gunung Merapi. Setiap tahun, pada hari peringatan penobatan Sultan,
persembahan (labuhan) dibawa dari Keraton Yogyakarta menuju gunung Merapi. Pada
saat yang sama persembahan serupa juga dibawa menuju Selatan ke Samudera
Hindia. Kedua persembahan itu diharapkan akan menenangkan para roh penjaga
gunung dan laut demi membawa kesejahteraan bagi penduduk pulau Jawa.
Merapi
terus dipantau sejumlah posko gempa, sehingga bisa memberi peringatan penduduk
jika sewaktu – waktu akan terjadi erupsi. Dibalik bencana erupsi, kini Merapi
seakan menjadi magnet bagi para petualang dan wisatawan untuk menikmati keindahan
alamnya. Pemerintah DI Yogjakarta terus mengembangkan potensi ini, untuk
mengedukasi, eksplorasi segala cerita kebesaran gunung Merapi sebagai bagian
dari ciptaan Tuhan. Bahwa alam akan memberi segala kebaikan, jika manusia mau bersahabat
dan tak semena – mena memuaskan dirinya dengan merusak sistem alam yang luar
biasa ini.
Lava Tour Merapi
Setelah sholat Subuh dan sarapan di rumah makan Bale Wukir Sleman, rombongan melanjutkan perjalanan menuju telaga Putri yang ada di Kaliurang. Ingin lebih dekat dengan gunung merapi untuk melhat bagaimana kondisi setelah erupsi kita bisa menggunakan layanan Lava Tour Merapi. Di kaki gunung Merapi kalian akan menemukan banyak komunitas Jeep di daerah Kaliadem. Komunitas ini menawarkan paket wisata berpetualang off-road ke daerah yang hancur ditutupi oleh abu dan lahar karena letusan Merapi terakhir. Kalian akan diantar oleh pengemudi jeep profesional sudah bersetifikat sekaligus sebagai pemandu. Dengan senang hati kan memberi informasi apa saja di sepanjang perjalanan.
Museum
petilasan Mbah Maridjan menjadi tujuan pertama Lava Tour Merapi kali ini. Akses
jalan menuju petilasan ini menanjak dan berkelok – kelok dengan pemandangan khas
lembah pegunungan. Lokasi tepatnya di Dusun Kinahrejo, Umbulharjo, Kecamatan
Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Museum Petilasan
Mbah Maridjan menyimpan berbagai koleksi benda yang menunjukkan dahsyatnya awan
panas (wedus gembel) Gunung Merapi saat erupsi besar tahun 2010. Kalian bisa
menyaksikan dampak awan panas menghancurkan atau melelehkan benda – benda apapun
yang dilalui.
Jeep yang
kami sewa melanjutkan perjalanan menuju Bunker Kaliadem yang masih berlokasi di
Dusun Kinahrejo. Kabarnya bunker tersebut dibangun pada tahun 2001 oleh
pemerintah Kabupaten Sleman dan diresmikan 4 tahun kemudian. Awalnya dibangun
untuk warga masyarakat yang tidak bisa melarikan diri dari bencana Gunung
Merapi. Bunker ini selain menjadi tempat perlindungan juga menjadi pos
pengamatan terdekat dan menjadi titik untuk menggerakan evakuasi massa. Bunker
tersebut menjadi saksi tewasnya dua relawan yang berniat berlindung dari awan
panas. Namun saat itu justru lahar panas juga meluncur dari puncak Gunung
Merapi melewati bunker tersebut. Namun sayang waktu itu sedang berkabut di
puncak Merapi, jadi tidak leihatan dari bunker ini.
Dari
bunker kaliadem jeep yang kami tumpangi menuju museum mini Sisa Hartaku (The House of Memory). Museum
ini menyimpan peninggalan erupsi Gunung Merapi tahun 2010. Bisa dirasakan betapa
besarnya dampak yang ditimbulkan pada masyarakat di daerah tersebut selama
letusan Merapi pada tahun 2010. Museum sederhana ini terletak di Dusun Petung,
Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Sebelum menjadi museum, bangunan
ini merupakan rumah dari salah satu warga, yakni Bapak Kimin. Museum terbagi
menjadi beberapa ruangan layaknya rumah sewajarnya: dapur, kamar tidur, kamar
mandi, dan beberapa ruangan lain. Kita juga dapat menemukan tulang-tulang hewan
korban wedhus gembel atau awan panas, perabotan rumah mulai dari yang masih utuh hingga hancur
terkena erupsi Gunung Merapi, foto-foto pascaerupsi dan korban, hingga foto
pada waktu proses evakuasi.
Yang
terakhir kita akan mencoba basah – basahan di Track Air Di Kali Kuning. Kali
kuning sendiri merupakan salah satu destinasi wisata yang menjadi andalah dari
berbagai macam wahana yang disediakan di lereng merapi ini. Dengan memakai jasa
lava tour merapi kalian akan disuguhi atraksi dengan jeep - jeep mencoba track
sungai berbatu. Kita di ajak turun kesungai untuk basah – basahan dengan
menyusuri sungai yang tidak terlalu dalam namun memacua adrenalin. Dengan
kecepatan tinggi jeep menyusuri dasar sungai yang tidak rata sehingga menambah
sensasi goncangan hebat didalam mobil. Namun tenang saja keamanan tentu sudah
menjadi pertimbangan utama oleh para pengelola wahana tersebut. Yaitu mulai
dari tempat yang sudah di jamin aman dari resiko kecelakaan, sopir yang handal
dan berpengalaman. Selain itu mobil jenis jeep yang dipakai sangat
dipertimbangkan mulai dari tahun kendaraan, kondisi kendaraan juga selalu dapat
perhatian dengan baik. Pengontrolan kendaraan juga pasti dikontrol secara
rutin.
Merapi
memberi kenangan tak terlupakan dengan segala keindahan yang ditawarkan. Juga
suasana Jogakarta akan selalu membuat orang – orang yang mengunjunginya betah
dan berharap bisa kembali datang.






0 Komentar